penghujung Mei 2012,
berhembus nafas, terbayang akan semua kenangan kita. dulu . ketika kita masih ada. ketika kamu dan aku masih saling menyapa, tersenyum bahagia, bercerita hingga larut pun tak pernah terasa.
dulu, itu indah (sejenak)
sekarang?
memang, tiada yang kekal.
semua perlahan kan sirna.
ketika harapan itu ada, ketika semua terasa indah, aku terlupa untuk mengenal luka. saat lambungan sanjungan, sentuhan kasih sayang, uraian kelembutan, tangan yang senantiasa menggenggam, hati yang perah merasa terpunya. tiada yang menyangka, tiada yang mengira semua akan terasa hampa pada waktunya.
dulu, kau ku sanjung.
dulu, kau ku puja.
tiada kata yang lebih indah saat kita mengucap cinta. bersatu membelai usapan indah dalam romantisme tak terkalahkan. indah, terasa sungguh indah. ketika semua keinginan tercapai, ketika semua kebutuhan terpenuhi, ketika semua cinta harapan dan asa itu ada pada satu makna, ada pada satu tempat, ada pada satu pandangan, itu kamu. hanya kamu.
lama menanti yang tak pasti. jengah sudah terkira. hingga kau datang membawa segala rasa percaya di atas semua puing-puing sendi kepiluan ratusan hari yang aku alamai pada masa lalu yang terlalu rumit untuk aku ukirkan dalam setiap kata. memberi secercah senyuman, mentariku telah terbit kembali. gumamku kala itu. aku bahkan tidak tau bagaimana menempatkan dan mengutarakan betapa bahagianya kala itu. ku beri segala kejengahan atas nama cinta, pelampiasan tidak sama sekali. aku menyadari betul adanya cinta kala itu. pada malam saat hujan menyatukan kita, aku berjanji untuk setia pada satu hati, satu harapan yang membawaku kembali hanyut pada suatu kerumitan hidup pada akhirnya. jera tidak. karna cinta tak mengenal kata jera. hanya saja terlalu salah dalam bersikap mengatas namakan cinta. separauh jiwa ku percaya atas semua cinta yang ku pikir akan lebih indah dari sebelumnya.
jika kau bertanya, apakah aku mencintaimu ? itu pasti. jika mereka bertanya apakah aku mencintaimu ? aku terdiam untuk tidak bisa menjelaskan betapa aku terlalu mencintaimu.
banyak waktu untuk memikirkanmu, selalu. banyak keinginan untuk membuatmu selalu tersenyum, tertawa. karna senyummu terlalu memberi keindahan senyum yang juga akan ku berikan hanya untukmu.
seseorang pernah berkata " cinta akan datang karna kebersamaan yang selalu terjaga"
aku merasakan itu. sungguh aku merasakan itu. keisengan sikap, ketidakpercayaan dalam menyikapi berujung pada rasa cinta yang mungkin terlalu larut hanya untukmu. bahkan aku sulit menyadari diriku sendiri bahwa aku terlalu hanyut dalam satu rasa yang selalu ku jaga untukmu.
banyak waktu yang kuhabiskan untuk sekedar menunggu agar bisa bercengkerama denganmu lagi. seolah jauh, tak pernah kudapat waktu untuk itu. kau ada, kau nyata, bahkan kau di depan mata. namun sungguh sulit, bahkan teramat sulit untuk ku jaga, untuk ku dekap atau sekedar untuk ku lihat. terbenam segala asa, terbenam segala cerita. sungguh, sungguh aku menyimpan banyak rahasia, banyak cerita antara kita. aku menunggumu, selalu menunggumu.
tapi, akan tiba saatnya dimana aku jengah, aku jenuh. bukan karna aku bosan menunggumu, tapi aku terlalu sibuk untuk menyibukkan diriku untuk menghilangkan waktu yang hanya untuk menunggumu.
bukan pula karna aku tidak mencintaimu lagi, aku terlalu mencintaimu, hingga aku sadar bahwa mencintaimu tidak memberikan kebahagiaan untukmu.
melihat kebahagiaanmu bukan terletak padaku, mengikhlaskan keadaanmu pada keinginan kebahagiaanmu adalah sikap yang terbaik untuk kita.
berbahagialah hati yang pernah singgah walau dalam kerdipan mata belaka :)






2 komentar:
bahasonyo ciiik..dalem..puitis niaaaaan..ckck
yak mano ngatonyo. cita2 dak tesampai mey B)
Posting Komentar