Mulai 1 February 2013 kampus Universitas Bengkulu menetapkan sistem keluar-masuk kendaraan bermotor sebagai berikut :
gerbang belakang kampus sebagai pintu masuk dan gerbang depan kampus sebagai pintu keluar.
awalnya sih ga ngeh, pas mau keluar lewat gerbang belakang, dengan polosnya saya nanya ke satpam
"kenapa ditutup jalannya pak? saya mau keluar"
lantas dengan entengnya si satpam menjawab
"oh ga bisa lewat dek. jalannya putus, kebelah dua. lewat gerbang depan ya"
dan dengan polosnya saya bener-bener percaya dengan jawaban satpam durjana tersebut -____-
wahai Bapak-bapak Dekan semua Fakultas, Bapak Rektor, tidakkah keputusan jalur masuk-keluar kampus tercinta kita ini terlalu nyebelin, ngerepotin dan memprihatinkan?
terlalu jauh untuk memutar jika hanya sekedar ingin membeli camilan semacam siomay mandiri, ngeprint di rental, atau mungkin ke kostan Mey yang berada di gang juwita? sedangkan kami bermukim, bersemayam di antara GB 2 dan Gedung Fakultas Teknik -,-
jikalau kampus ini hanya selebar telapak tangan tidak masalah. unib belakang menuju gang juwita melalui unib depan terlalu miris. semiris hati ini yang masih terPHP oleh proposal-proposal skripsi [lah ?]
ya deh, kita liat aja nanti ke depannya seberapa lama peraturan ngaco ini bakal bertahan.
hidup unib belakang ! hidupkan kembali jalur keluar-masuk sebebas-bebasnya seperti dulu !! \m/






0 komentar:
Posting Komentar